Ciri-Ciri Corona Covid-19 dengan Gejala Tidak Biasa, Bisa Alami Diare dan Hilangnya Indra Perasa dan Penciuman

Kesehatan

Orang yang terinfeksi virus corona covid-19 tentu akan menimbulkan berbagai macam gejala. Dan gejala apabila terinfeksi virus corona covid-19 yang paling umum adalah demam tinggi, sesak nafas, dan batuk kering.

Adapun begitu, beberapa dokter rumah sakit yang telah menangani beberapa pasien virus corona covid-19 telah menemukan ada beberapa gejala yang tidak umum yang biasanya tidak terkait dengan penyakit yang diakibatkan oleh virus corona covid-19.

Seperti yang diberitakan oleh Business Insider, dr. Edo Paz sebagai wakil direktur medis di sebuah perusahaan telemedicine K Health telah memberitahukan bahwa:

“Gejala baru lainnya yang dirasakan oleh pasien-pasien yang terinfeksi virus corona covid-19 ialah indra perasa dan penciuman tidak berfungsi dengan baik, mual, sakit perut, dan badan terasa nyeri.”

Sedangkan untuk masalah diare, pencernaan, termasuk juga mual, dan bahkan sampai muntah, memang biasa dirasakan oleh pasien yang terinfeksi virus corona covid-19.

Dokter spesialis penyakit menular dari Northwell Health, David Hirschwerk telah menjelaskan bahwa dari apa yang sering dokter lihat “Terdapat 10% pasien yang mempunyai gejala masalah pencernaan atau diare.”

Akan tetapi, para dokter belum begitu paham karena mengapa ada begitu banyak gejala-gejala yang dialami oleh pasien virus corona covid-19.

Lebih dari itu, beberapa gejala yang terjadi pada pasien yang terinfeksi virus corona covid-19 ini tumpang tindih dengan gejala flu, yang menyebabkan deteksi terhadap virus corona menjadi sangat sulit, walaupun begitu sinus tersumbat dan ingusan lebih jarang terjadi pada pasien.

Seperti juga yang diberitakan oleh The New York Times, Pasien yang terinfeksi virus corona juga mungkin mendapatkan masalah pada pencernaannya atau diare, dr. Neill menjelaskan bahwa kita mempelajari tentang gejala yang baru dan berbeda pada pasien yang terinfeksi virus corona saat kita pergi.

Namun, kebanyakan orang yang positif corona biasanya jatuh sakit lima sampai tujuh hari setelah terpapar virus tersebut. Namun, gejalanya bisa timbul hanya dalam dua hari atau selama 14 hari.

“Kebanyakan dokter belum begitu mengerti kenapa virus corona covid-19 mempengaruhi pasien secara berbeda-beda. dan beberapa pasien yang terinfeksi virus corona ada yang bisa lebih parah daripada pasien yang lainnya,” ujar dr. Edo Paz.

Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa

Dalam beberapa hari terakhir, Asosiasi dari Inggris Otorhinolaryngology telah mengingatkan bahwa, apabila Anda kehilangan indra perasa dan penciuman mungkin berarti Anda tengah terinfeksi virus corona covid-19.

Dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) telah merekomendasikan siapa pun yang mempunyai gejala seperti itu untuk segera masyarakat atau individu agar melakukan isolasi diri. Telah diterangkan bahwa, gejala-gejala tersebut mungkin terjadi karena sebab tenggorokan dan hidung telah hinggap beberapa sel-sel pembunuh dari virus corona covid-19 tersebut.

“Terdapat bukti dari negara-negara lain, bahwa sumber masuknya virus corona covid-19 itu sering sekali terjadi pada daerah hidung, mata, dan tenggorokan,” ujar Aosisasi Otorhinolaryngology.

kami juga telah melakukan identifikasi terhadap gejala-gejala baru (seperti halnya kehilangan indra perasa dan penciuman) yang mungkin berarti, bahwa orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri agar dapat mengurangi penyebaran virus corona covid-19.”

Seorang pasien virus corona berjenis kelamin pria bernama Ryan Van Waterschoot telah dirawat di sebuah rumah sakit dengan bergantung alat masker oksigen setelah dia dinyatakan positif terinfeksi virus corona covid-19. Sehari setelah Ryan kehilangan indra perasa dan penciuman, dia mengalami tidak bisa bergerak tubuhnya.

Masalah Pencernaan atau Diare Merupakan Gejala Corona

Dalam riset terbaru, beberapa peneliti dari China telah menganalisis informasi dari 206 pasien positif terinfeksi corona di Rumah Sakit Union, Tongji Medical College di Kota Wuhan China, yang telah ditunjuk oleh pemerintah China sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien yang terinfeksi virus corona covid-19. Agar bisa masuk dalam penelitian ini, pasien positif corona perlu mempunyai penyakit ringan, tidak sulit untuk bernapas atau kadar oksigen dalam darah menunjukkan rendah.

Secara keseluruhan pasien tersebut, 69 pasien corona (33%) mempunyai gejala pencernaan dan pernapasan. terus 48 pasien positif corona (23%) telah mendapatkan perawatan dengan gejala hanya pencernaan saja, sedangkan 89 pasien positif lainnya (43%) mempunyai gejala hanya pernapasan saja.

Diantaranya, semua pasien yang positif corona dengan gejalan pencernaan ada sekitar (117 orang), sekitar 13 orang atau (20%) telah mengalami keluhan diare sebagai gejala awal pada penyakitnya, dan sisanya sekitar 67 orang atau (58%) telah mengalami keluhan diare.

Diare yang dialami pasien biasanya berlangsung dari 1 hari hingga bisa sampai 14 hari, dengan rata-rata 5 hari, seperti apa yang dilaporkan oleh peniliti dari China. Dan sepertiga pasien corona dengan keluhan perncernaan tidak pernah mengalami demam.

Penjelasan dari Ahli Tentang Gejala Virus Corona Covid-19 yang Baru

Menurut Ahli, pasien dengan keluhan pencernaan lebih cenderung menghiraukan dan lambat dalam mencari perawatan kesehatan daripada mereka pasien yang mempunyai keluhan pernapasan, rata-rata mereka yang mempunyai keluhan pencernaan memeriksakannya pada hari ke-16 dari awal keluhan mereka. sedangkan pasien yang mengeluh tentang pernapasan rata-rata memeriksakan keluhannya pada hari ke-11 dari awal gejalanya.

Pasien yang mempunyai keluhan pencernaan juga mememerlukan waktu lebih lama untuk membasmi virus dari tubuh mereka (tes negatif untuk Corona), rata-rata memerlukan waktu sekitar 41 hari, dibandingkan dengan pasien yang mempunyai keluhan pernapasan rata-rata memerlukan waktu sekitar 33 hari untuk sembuh.

Dan ternyata, untuk pasien yang mempunyai keluhan pencernaan jauh lebih mungkin dimasuki virus corona baru, SARS-CoV2, terdeteksi dalam kotoran atau tinja mereka dengan persentase sekitar 73% mempunyai sampel kotoran yang positif virus corona, dibandingkan dengan pasien yang hanya mempunyai keluhan pernapasan hanya 14%.

Penemuan ini memperlihatkan bahwa virus corona covid-19 itu telah menginfeksi saluran pencernaan pada tubuh pasien, namun tidak secara pasti informasi tersebut, ujar para ahli.

“Dengan adanya data ini, secara keseluruhan harus ditekankan bahwa pasien dengan gangguan pencernaan baru setelah kontak Covid-19 yang mungkin harus dicurigai untuk penyakit ini, bahkan sampai tidak ada gejala sakit tenggorokan, batuk, demam, bahkan sesak napas.” kata para peniliti dalam kesimpulannya.

Bagusnya, pengujian virus corona covid-19 harus dilakukan dengan sampel tinja dan pernapasan pada pasien, jika itu memungkinkan. Para ahli telah menyimpulkan bahwa penelitian mereka masih relatif kecil, dan untuk penelitian yang lebih besar mungkin sangat diperlukan untuk lebih menjelaskan bagaimana gejala pencernaan pada pasien dengan virus covid-19 dengan gejala yang begitu ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *