counters
Info Tentang Produk : Hub. 0877-4224-9575 (Telp/SMS/WA) atau Kontak Kami

Carrimycin, Merupakan Obat Untuk Pasien Corona yang Dikembangkan oleh China

Akhir-akhir ini beredar kabar atas penemuan obat untuk pasien Corona Covid-19 yang dinamai Carrimycin. Obat Carrimycin sedang dilakukan pengujian klinis oleh para peniliti dari China di beberapa rumah sakit di China. Tentang obat Carrimycin ini pun pernah disinggung oleh Dahlan Iskan yaitu mantan Menteri BUMN pada masa Presiden SBY, dalam websitenya Disway.id yang diterbitkan pada tanggal 7 April 2020.

“Dan pada akhirnya ditemukan juga obat Carrimycin. Itu merupakan nama obat baru untuk penyakit yang diakibatkan oleh virus corona covid-19. Yang pernah digunakan di 9 rumah sakit di 9 kota di China.” terang Dahlan Iskan di situsnya.

Dahlan Iskan pernah kesulitan untuk menemukan ejaan untuk nama obat tersebut yang pernah dilihatnya dari siaran televisi nasional China. “Itu dia kata untuk obat tadi”, merupakan reaksi Dahlan Iskan begitu tahu nama ejaan Carrimycin.

Menurut keterangan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, obat Carrimycin sudah dilakukan pengujian klinis di 9 rumah sakit di China, pada awal bulan Februari 2020 yang lalu. Pengujian klinis ini dilakukan kepada 500 orang lebih relawan yang terinfeksi virus corona covid-19 yang mulai berumur 18 tahun hingga berumur 70 tahun.

Baca:  Inilah Ciri-Ciri Orang Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Dan Bagaimana Cara Antisipasinya

Mereka semua dibagi dalam beberapa golongan. Ada golongan untuk jenis kelamin pria atau wanita. Ada golongan untuk umur. Dan ada juga golongan untuk tingkatan sakit pasien ringan, sedang, dan berat. Menurut mantan Menteri BUMN era SBY, pada akhirnya pemerintah China melakukan persetujuan untuk obat ini pada tanggal 26 Maret 2020. Kok bisa cepat? “Obat Carrimycin bukan merupakan obat baru, obat ini merupakan penemuan lanjutan yang dilakukan pemerintah China”, ujarnya.

Obat tersebut telah ditemukan pada bulan Juni 2019 yang lalu. Pada saat itu belum masuk wabah penyakit yang diakibatkan oleh virus corona covid-19 ini. Obat Carrimycin dikembangkan untuk penanggulangan infeksi dan bakteri. Dan juga untuk mengobati penyakit kanker.

Karena masuknya wabah penyakit yang diakibatkan virus corona covid-19, maka dilakukanlah review untuk mengobati penyakit tersebut. Dan apakah obat ini dapat menyembuhkan penyakit corona covid-19.

Selain Carrimycin, banyak obat lama yang ikut serta di-review. yaitu obat Hydroxychloroquine. Pemerintah China akhirnya meresmikan bahwa Carrimycin masuk dalam daftar 10 obat untuk penyakit yang diakibatkan oleh virus Corona Covid-19. Pemerintah China menilai bahwa obat Carrimycin sangat efektif digunakan untuk pasien Corona Covid-19. Dan obat ini pun mulai diproduksi massal di kota Shanghai.

Baca:  Wakil Jaksa Agung Meninggal karena Kecelakaan, Mobilnya Terbakar Menabrak Pembatas Jalan

Dan obat Carrimycin ini beda dengan obat yang dikembangkan oleh jenderal perempuan, yaitu Prof. Chen Wei, yang pada saat ini sudah dalam uji klinis terhadap orang-orang yang masih sehat di Wuhan. Obat yang ditemukan oleh Prof. Chen Wei ini bukan merupakan obat yang sebenarnya, akan tetapi adalah sebuah vaksin. yaitu obat suntik yang akan diberikan kepada orang sehat, agar orang yang sehat tidak terinfeksi oleh virus Corona Covid-19 ini. Sedangkan obat Carrimycin ialah pil yang diberikan kepada orang yang sakit agar sembuh dari Corona Covid-19.

Ulasan yang ditulis oleh Dahlan Iskan di webnya sangat menarik banyak orang. Apalagi di saat wabah virus ini masih belum teratasi secara baik di beberapa negara termasuk Indonesia. Dan jumlah korban yang meninggal karena penyakit ini pun terus meningkat, dan juga orang-orang yang terinfeksi karena virus corona ini pun ikut meningkat.

Setelah di cek di situs US National Library of Medicine, yaitu clinicaltrials.gov, untuk nama Carrimycin masih dalam proses pengujian klinis dan obat ini terdaftar sejak tanggal 27 Februari 2020 yang lalu. Pengujian terhadap obat Carrimycin ini disponsori oleh Beijing YouAn Hospital dan berkolaborasi dengan beberapa rumah sakit di beberapa kota di China.

Baca:  Soraya Abdullah Meninggal Dunia karena Covid-19, Inilah Perjalanan Hijrahnya

“Novel coronavirus infectious disease (COVID-19) yang diinduksi oleh novel coronavirus (SARS-CoV-2) pada Desember 2019 telah mewabah di Wuhan. Hal ini dapat menyebabkan risiko epidemi di dunia. Karena COVID-19 adalah penyakit menular yang baru muncul, dan belum diakui secara ilmiah dan tidak ada obat yang efektif untuk pengobatan saat ini. Oleh karena itu, kami akan meluncurkan proyek ilmiah “Kemanjuran dan keamanan pengobatan Carrimycin pada 520 pasien dengan COVID-19 bertingkat secara klinis,” tulis peneliti, seperti yang dikutip situs Clinicaltrials.gov.

Dan di dalam keterangan yang ada di proposal penelitian mengenai obat Carrimycin tersebut, penilitian ini kabarnya akan rampung pada bulan Februari 2021.

Tagged

About Ibnoe Vaiz

Hobi jalan-jalan, lebih suka menulis berita teknologi, gadget, dan ponsel pintar. Selalu semangat dalam melakukan sesuatu hehe :).

View all posts by Ibnoe Vaiz →

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *