counters
Info Tentang Produk : Hub. 0877-4224-9575 (Telp/SMS/WA) atau Kontak Kami

Menggunakan Ventilator, Pasien Covid-19 Sedikit Sekali yang Bisa Sembuh?

Banyak sekali, hampir setengah dari semua pasien virus corona covid-19 yang memerlukan ventilator di negara bagian New York untuk menolong sistem pernafasan mereka, tidak selamat dan meninggal dunia. Dalam riset telah terungkap bahwa sekitar 20 % pasien corona yang dirawat di Northwell Health meninggal dunia dan 88 % nya dari jumlah yang meninggal dunia itu telah menggunakan ventilator untuk membantunya bernafas.

Ventilator yaitu sebuah alat yang berfungsi untuk mendistribusikan udara ke dalam paru-paru pasien yang tidak bisa bernafas dengan sendirinya karena adanya gangguan pneumonia atau sindrom pernafasan akut. Ada laporan bahwa pasien corona yang menggunakan ventilator jarang ada yang selamat dari penyakit itu.

Seorang dokter dari Institut Feinstein untuk sebuah Penelitian medis di Northwell Health, yaitu Safiya Richardson, telah memberitahukan bahwa dia dan teman-temannya didasari oleh rekam medis mendapati bahwa pasien corona yang sudah dalam kondisi kritis untuk kesembuhannya semakin tipis.

Berdasarkan data medis yang dimiliki, sekitar 5.700 pasien virus covid-19 yang dirawat di Northwell Health dan kira-kira sekitar 2.634 data pasien hasil akhirnya dapat diketahui. Data tersebut dapat mendukung apa yang telah banyak dibicarakan oleh para dokter soal virus covid-19 ini.

Baca:  Kim Yo Jong, Adik Dari Kim Jong Un, Dinilai Lebih Kejam Bila Berkuasa Menggantikan Kakaknya

Sejumlah pasien akan langsung buruk kondisi kesehatannya apabila terkena virus covid-19. Hampir separuh pasien atau sekitar 57 persen ialah mereka yang mempunyai penyakit darah tinggi, 41 persen lainnya yaitu pasien yang mempunyai riwayat dengan obesitas dan 34 persen lainnya yaitu pasien yang memiliki riwayat penyakit diabetes.

“Banyak pasien corona yang meninggal, yaitu karena memiliki riwayat penyakit diabetes dan sebagian besarnya menggunakan mesin ventilator dan dirawat di ICU, sebaliknya berbanding terbalik dengan mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes.” ujar para peneliti, seperti yang dikutip dari berita cnn.com.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa laki-laki lebih cenderung banyak yang mati daripada wanita. Sedangkan untuk gejala yang diakibatkan oleh virus covid-19 ini adalah bervariasi. Sekitar 34 persen pasien covid-19 yang dirawat mempunyai gejala demam. Dan sekitar 17 persen lainnya pasien merasa berat nafasnya dan kurang dari 30 persen pasien covid-19 tergantung pada tambahan oksigen.

Biasanya pasien covid-19 dapat kembali ke rumah setelah empat hari, akan tetapi ada kira-kira 14 persen pasien covid-19 yang perlu perawatan ICU dan 3 persen membutuhkan dialisis intensif serta 21 persennya meninggal dunia. Para peneliti mengatakan bahwa karena data terakhir tersedia pada setengah dari pasien covid-19, maka dari itu dimungkinkan banyak dari pasien yang menggunakan ventilator alat bantu nafas akan selamat, sesuatu yang akan bisa menurunkan tingkat kematian pada pasien covid-19 yaitu sekitar 88 persen pada kelompok itu.

Baca:  Carrimycin, Merupakan Obat Untuk Pasien Corona yang Dikembangkan oleh China

“Penelitian jangka panjang ada kemungkinan akan mendapati rata-rata angka kematian yang berbeda, sama berbedanya dengan kelompok orang yang terinfeksi virus tersebut” tutur tim peneliti dari Northwelll Health.

Tagged

About Ibnoe Vaiz

Hobi jalan-jalan, lebih suka menulis berita teknologi, gadget, dan ponsel pintar. Selalu semangat dalam melakukan sesuatu hehe :).

View all posts by Ibnoe Vaiz →

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *