BMKG Sepakat Virus Corona yang Berasal Dari Wuhan Telah Dihambat Penyebarannya Oleh Iklim Tropis

Viral

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama dengan para ahli telah melakukan kajian begitu mendalam mengenai keterkaitan penyebaran Virus Corona yang Berasal dari Wuhan dengan pengaruh cuaca dan iklim.

Dengan kajian mendalam yang berdasarkan pada analistik statistik, studi literatur, dan pemodelan statistik, telah mendapatkan kesimpulan bahwa Indonesia sebenarnya sedikit mendapatkan pertolongan karena cuaca dan iklim di Indonesia yaitu tropis sehingga penyebaran virus corona covid-19 yang berasal dari Wuhan tak begitu brutal sekali seperti yang terjadi di negara-negara yang tidak beriklim tropis.

Seperti yang dikatakan Dwikorta Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa kajian tersebut telah melibatkan 11 doktor di bidang Meteorologi, Matematika, Klimatologi serta mendapat dukungan dari Doktor dan Guru Besar di bidang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

“Menurut hasil penelitian itu bisa disimpulkan sementara bahwa negara-negara tropis lebih sedikit berkurang kena dampak virus corona dibandingkan dengan negara-negara dengan lintang tinggi yang kebanyakan mempunyai kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak yang diakibatkan oleh virus corona ini,” katanya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli juga menyimpulkan bahwa kondisi udara ideal untuk virus covid-19 ialah dengan temperatur antara 8-10 derajat celsius dan kelembapan antara 60-90 persen. “Berarti, dalam lingkungan terbuka yang mempunyai suhu dan kelembapan yang tinggi ialah termasuk kondisi lingkungan yang tidak begitu ideal untuk penyebaran wabah virus corona covid-19,” ujarnya.

Para peneliti dan ahli itu membuat kesimpulan bahwa kombinasi dari kelembapan dan temperatur relatif cukup mempunyai pengaruh dalam penyebaran virus corona covid-19 tersebut. Dan penelitian selanjutnya, juga mendapati bahwa terdapat korelasi negatif antara temperatur di atas 1 derajat celsius dengan jumlah dugaan kasus yang terjangkit virus corona covid-19 per-hari. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa virus corona mempunyai penyebaran yang maksimal pada suhu yang sangat rendah seperti suhu diantara 1-9 derajat celsius.

“Maka dengan temperatur yang tinggi, kemungkinan adanya kasus yang terjangkit virus corona covid-19 harian akan semakin rendah,” ujarnya.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan ahli juga menerangkan bahwa mirip dengan virus influenza, virus corona covid-19 ini lebih cenderung stabil dalam wilayah yang dengan suhu udara dingin dan kering. Dengan kondisi suhu udara dingin dan kering tersebut bisa juga dapat melemahkan imunitas tubuh seseorang, dan menyebabkan orang tersebut lebih gampang terinfeksi virus corona covid-19.

Dalam kajian para ahli tersebut juga dapat disimpulkan bahwa, faktor utama yang mengakibatkan penyebaran virus covid-19 di Indonesia agak tinggi itu disebabkan karena mobilitas orang Indonesia yang juga begitu tinggi.

“Akhirnya laporan Tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta telah merekomendasikan bahwa apabila mobilitas dan interaksi sosial masyarakat Indonesia ini benar-benar bisa dibatasi, disertai dengan intervensi kesehatan masyarakat maka faktor kelembapan dan suhu bisa menjadi sebuah faktor pendukung untuk mengurangi risiko penyebaran wabah virus corona covid-19.” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *