Info & Permintaan Tambah Kategori : Hub. 08222-0571-522 (WA) atau Kontak Kami

Banyaknya Skuter Listrik Akibatkan Teknologi FSD Tesla Hadapi Tantangan Besar Di China

Teknologi Full Self-Driving (FSD) Tesla yang direncanakan akan diluncurkan secara signifikan di China pada tahun 2024 ini telah menghadapi tantangan besar, terutama karena banyaknya penggunaan skuter listrik (e-scooter) di negara tersebut. Dengan lebih dari 300 juta skuter listrik di jalanan China, membuat adaptasi FSD terhadap kondisi ini menjadi hambatan yang cukup besar.

Gambar untuk ilustrasi saja

Kondisi Jalan yang Kompleks di China

Kompleksitas kondisi jalan di China menjadi faktor utama yang menjadi hambatan tersebut. Berbeda dengan sistem jalan di Amerika Serikat yang relatif sederhana, jalanan di China sering kali ramai dan tidak memiliki jalur khusus untuk kendaraan non-motor. Misalnya, sekitar 30 persen jalan di pusat Guangzhou tidak memiliki jalur khusus untuk sepeda dan skuter listrik. Hal ini membuat skuter listrik sering menggunakan jalur kendaraan bermotor, menciptakan lingkungan yang menantang untuk sistem mengemudi otonom seperti FSD Tesla.

Pandangan XPeng tentang Mengemudi Otonom

Li Liyun, kepala divisi mengemudi otonom di XPeng, menyoroti kesulitan yang akan dihadapi FSD Tesla di China. Ia menekankan perlunya sistem mengemudi pintar dioptimalkan untuk penggunaan skuter listrik yang luas. XPeng, produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka di China, telah menguji kemampuan mengemudi pintarnya di kota-kota seperti Nanning, Guangzhou, Kunming, dan Nanchang. Navigation Guided Pilot (XNGP) mereka telah berhasil menangani skenario kompleks yang melibatkan skuter listrik, menunjukkan pentingnya adaptasi lokal.

Pengalaman dan kemajuan XPeng dalam mengemudi otonom memberikan wawasan berharga. Perusahaan ini akan merilis versi terbaru dari XNGP pada bulan Juli, yang akan mengintegrasikan teknologi model besar end-to-end untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik. Pembaruan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan khusus yang ditimbulkan oleh lingkungan perkotaan yang kompleks dan padat di China.

Sumber: XPENG – youtube

Konteks Pasar dan Regulasi

Pasar skuter listrik di China sangat besar, dengan 350 juta skuter listrik dan 42,28 juta unit yang hanya diproduksi pada tahun 2023. Tesla sedang bersiap untuk mendaftarkan perangkat lunak FSD-nya dengan otoritas China, dengan menargetkan peluncuran resmi pada tahun 2024 ini. Program percontohan yang saat ini sedang dilakukan di Nanhui New Town, Shanghai, melibatkan sepuluh kendaraan Tesla.

He Xiaopeng, CEO XPeng, telah menguji FSD Tesla di Amerika Serikat dan mengakui kinerjanya yang mengesankan di Silicon Valley dan di jalan besar. Namun, ia menunjukkan tantangan besar yang ditimbulkan oleh skuter listrik yang bergerak cepat, yang sering kali melawan arus lalu lintas di China. Pandangan ini menekankan perlunya Tesla untuk mengadaptasi teknologinya terhadap kondisi unik pasar China.

Keberhasilan adaptasi teknologi FSD Tesla di China bergantung pada kemampuannya untuk mengelola penggunaan skuter listrik yang luas dan menavigasi kondisi jalan yang kompleks. Seiring dengan meningkatnya persaingan di pasar mengemudi otonom global, kemampuan sistem mengemudi pintar untuk mengoptimalkan kondisi lokal akan menjadi faktor paling penting untuk meraih kesuksesan.

Tagged

Bagikan postingan ini:

PinIt

About Ibnoe Vaiz

Hobi jalan-jalan, lebih suka menulis berita teknologi, gadget, dan ponsel pintar. Selalu semangat dalam melakukan sesuatu hehe :).

View all posts by Ibnoe Vaiz →

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *